Berita FAKTADAERAH.ID Hari ini

Berita Utama

Kalbar

Sepakbola

Lifestyle

15/07/2026

Dugaan Pegawai Rutan Kelas IIB Landak Jarang Masuk Kantor, Kepala Rutan Beri Klarifikasi


LANDAK –faktadaerah.id Dugaan mengenai seorang pegawai Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Landak berinisial Muara, yang disebut-sebut memiliki aktivitas sebagai "bos emas" dan diduga jarang masuk kantor, menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Berdasarkan keterangan narasumber yang diterima media, Muara disebut lebih sering berada di luar kantor dibanding menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Narasumber mengaku kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama.

"Yang bersangkutan jarang terlihat masuk kantor. Lebih sering berada di luar untuk mengurus usahanya," ujar narasumber kepada media, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Untuk mengedepankan prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik, media telah melakukan upaya konfirmasi kepada Kepala Rutan Kelas IIB Landak.

Saat dikonfirmasi, Kepala Rutan menyampaikan bahwa berdasarkan data dan pengawasannya, pegawai yang dimaksud tetap masuk pada jam kerja.

"Yang bersangkutan masuk pada waktu jam kerja," kata Kepala Rutan kepada media.

Namun demikian, keterangan tersebut berbeda dengan informasi yang diperoleh media dari narasumber di lapangan. Narasumber tetap menyatakan bahwa pegawai dimaksud diduga lebih sering tidak berada di kantor pada saat jam kerja.

Atas adanya perbedaan informasi tersebut, media masih berupaya menghimpun data dan keterangan tambahan dari pihak-pihak terkait untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai dugaan tersebut.

Apabila di kemudian hari terdapat bukti, penjelasan, atau klarifikasi tambahan dari pihak Rutan Kelas IIB Landak maupun pegawai yang bersangkutan, media akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(Redaksi)

13/07/2026

Hindari Kendaraan dari Arah Berlawanan, Mitsubishi Grandmax Tabrak Pembatas Jembatan di Batang Tarang, Tiga Orang Terluka


Sanggau,faktadaera.id Polda Kalbar - Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di wilayah hukum Polsek Batang Tarang, Polres Sanggau, pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Batang Tarang–Tayan Hulu, tepatnya di kawasan Jembatan Senyabang, Dusun Senyabang, Desa Senyabang, Kecamatan Batang Tarang, Kabupaten Sanggau.

Insiden melibatkan satu unit kendaraan roda empat Mitsubishi Grandmax berwarna hitam dengan nomor polisi KB 8254 GR yang dikemudikan oleh Bandi (37), warga Batu Layang, Kecamatan Pontianak Timur. Saat kejadian, kendaraan tersebut mengangkut muatan pupuk dan membawa dua orang penumpang, yakni Sihen (28), warga Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak, serta Rio (30), warga Desa Kelam Permai, Kecamatan Kelam, Kabupaten Sintang.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan awal yang dihimpun petugas, kendaraan melaju dari arah Batang Tarang menuju Tayan Hulu dengan kecepatan sedang. Ketika memasuki Jembatan Senyabang, dari arah berlawanan melaju sebuah kendaraan dengan kecepatan tinggi sehingga pengemudi Mitsubishi Grandmax berupaya menghindari potensi tabrakan.

Dalam upaya mengelakkan kendaraan tersebut, pengemudi membanting kemudi ke sisi kiri jalan. Namun kendaraan kehilangan kendali dan menabrak tiang pembatas jembatan dengan benturan cukup keras. Akibatnya, bagian depan kendaraan mengalami kerusakan berat dan seluruh penumpang mengalami luka-luka.

Pengemudi, Bandi, mengalami luka lecet pada jari tangan kiri serta mengeluhkan nyeri pada bagian pinggang. Sementara itu, penumpang Sihen mengalami luka pada bagian wajah, lecet pada kedua kaki, serta luka lecet pada jari kaki kanan dan kiri.

Penumpang lainnya, Rio, mengalami luka lecet pada kedua kaki, luka lecet di bagian pipi kiri, serta merasakan nyeri pada bahu kiri akibat benturan saat kecelakaan berlangsung. Beruntung, seluruh korban dalam keadaan sadar dan segera mendapatkan pertolongan dari masyarakat serta petugas yang tiba di lokasi.

Menerima laporan kejadian, personel Polsek Batang Tarang langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan penanganan awal. Petugas segera mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan lanjutan, sekaligus melakukan pengamanan lokasi dan kendaraan yang mengalami kerusakan.

Selain melakukan olah TKP, petugas juga mengevakuasi para korban menuju Puskesmas Batang Tarang guna memperoleh penanganan medis. Polisi turut mengamankan barang bukti, mendata identitas para saksi, serta membuat laporan resmi sebagai bagian dari proses penyelidikan penyebab kecelakaan.

Kapolsek Batang Tarang, Ipda Miskun, S.H., mengatakan bahwa penanganan cepat dilakukan untuk memastikan keselamatan para korban sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Menurutnya, langkah-langkah kepolisian dilakukan sesuai prosedur guna memperoleh gambaran utuh terkait penyebab insiden tersebut.

“Kami telah melakukan penanganan mulai dari mendatangi lokasi, mengamankan tempat kejadian, mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan, hingga mengumpulkan keterangan para saksi. Dugaan sementara kecelakaan terjadi ketika pengemudi berupaya menghindari kendaraan dari arah berlawanan sehingga kendaraan keluar dari jalur dan menabrak pembatas jembatan. Meski demikian, penyelidikan masih terus kami lakukan untuk memastikan seluruh fakta di lapangan,” ujar Ipda Miskun.

Kapolsek juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar senantiasa mengutamakan keselamatan saat berkendara, menjaga kecepatan sesuai kondisi jalan, serta meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jembatan maupun ruas jalan yang memiliki ruang manuver terbatas.

Ipda Miskun menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan kunci utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya. _(Dny Ard / Humas Res Sgu)_

Publis : Syarif HB 

09/07/2026

Kasdim 1204/Sanggau Hadiri Pembukaan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau Tahun 2026


Sanggau –faktadaerah.id Kasdim 1204/Sanggau Mayor Arm Duloh menghadiri pembukaan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau Tahun 2026 yang berlangsung di Rumah Betang Raya Dori' Mpulor, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Lestari dan Bermartabat" tersebut dibuka secara resmi dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si., Anggota Komisi XIII DPR RI Paolus Hadi, S.IP., M.Si., unsur Forkopimda, para kepala daerah se-Kalimantan Barat, Dewan Adat Dayak, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Gawai Dayak Nosu Minu Podi merupakan agenda budaya tahunan sebagai wujud rasa syukur masyarakat Dayak kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen sekaligus menjadi sarana melestarikan adat istiadat, seni, dan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat persatuan masyarakat, menggerakkan sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pameran budaya, kerajinan, dan kuliner khas daerah.

Selama pelaksanaannya pada 7–9 Juli 2026, masyarakat akan disuguhkan berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya ritual adat dari masing-masing sub-suku Dayak, upacara syukur (Pembanyu Pangtang), permainan tradisional, pameran budaya, bazar kerajinan dan kuliner, serta pentas seni budaya.

Kehadiran Kasdim 1204/Sanggau dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap pelestarian budaya bangsa sekaligus komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan.

*Pendim 1204/Sanggau*

Publis : Syarif HB 

07/07/2026

Kodam XII/Tanjungpura Bangun Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing.


Sanggau –faktadaerah.id Kodim 1204/Sanggau melaksanakan pembangunan Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing, Desa Berakak, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau. Pembangunan ini merupakan wujud dukungan TNI Angkatan Darat terhadap program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan konektivitas wilayah, dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke daerah pedalaman.Senin (05/07/2026)

Jembatan tersebut diharapkan menjadi akses vital bagi masyarakat dalam memperlancar mobilitas orang dan barang, mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan akses menuju layanan pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.

Melalui pembangunan ini, Kodam XII/Tanjungpura melalui Kodim 1204/Sanggau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pembangunan nasional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

(Pendim 1204/Sanggau)

Publis  : Syarif HB 

05/07/2026

Bangun Kolaborasi, Polsek Tayan Hilir Ajak Masyarakat Selesaikan Persoalan Lewat Dialog


Sanggau,faktadaerah.id Polda Kalbar - Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah pertambangan terus dilakukan di Kabupaten Sanggau. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Pengamanan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT ANTAM (Persero) Tbk Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Bauksit Kalimantan Barat yang digelar di Dusun Cingka, Desa Tanjung Bunut, Kecamatan Tayan Hilir.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi forum komunikasi terbuka guna membangun kesamaan persepsi terkait pengamanan wilayah konsesi pertambangan, penyelesaian berbagai persoalan secara musyawarah, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.


Sosialisasi dilaksanakan berdasarkan Surat Undangan Nomor: 120/0045/EM/2026 tanggal 1 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Bauksit Kalimantan Barat dalam memperkuat pengamanan wilayah IUP melalui kolaborasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pemerintah desa, tokoh adat, aparat penegak hukum, dan masyarakat setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut sekitar 50 peserta, di antaranya Camat Tayan Hilir Ayus, S.Pd., M.M., Kapolsek Tayan Hilir IPTU Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H., Batuud Koramil 1204-07/Tayan Hilir Serma Wan Edy P., Sekretaris Kecamatan Tri Wanda, S.STP., jajaran Polsek Tayan Hilir, perwakilan PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Bauksit Kalimantan Barat, Penjabat Kepala Desa Tanjung Bunut Sisca Damayanti Tindas, S.M.G., tokoh adat, kepala wilayah, serta masyarakat Dusun Cingka.

Dalam sambutannya, Camat Tayan Hilir Ayus, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa setiap persoalan yang muncul antara perusahaan dan masyarakat harus diselesaikan melalui dialog yang mengedepankan musyawarah dan mediasi. Menurutnya, penyelesaian secara damai akan menciptakan keseimbangan antara kelancaran operasional perusahaan dengan terpenuhinya hak-hak masyarakat.

Sementara Kapolsek Tayan Hilir mengajak masyarakat untuk tidak mengambil langkah yang dapat menimbulkan pelanggaran hukum apabila menghadapi persoalan di lapangan. Ia menegaskan bahwa Polri selalu membuka ruang komunikasi bagi seluruh masyarakat melalui Bhabinkamtibmas maupun pelayanan kepolisian lainnya.

“Apabila terdapat persoalan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan maupun permasalahan sosial di lingkungan masyarakat, kami mengimbau agar segera disampaikan kepada pihak Kepolisian. Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri yang hadir di tengah masyarakat untuk memfasilitasi komunikasi, mencari solusi, serta mengedepankan penyelesaian melalui musyawarah sehingga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar IPTU Kusdarwanto.

Ia menambahkan, Polsek Tayan Hilir berkomitmen menjalankan peran sebagai fasilitator dalam penyelesaian berbagai persoalan masyarakat sesuai semangat “Polri Untuk Masyarakat”. Menurutnya, pendekatan humanis, komunikasi yang baik, serta penegakan hukum yang profesional menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Tayan Hilir.

Selain membahas pengamanan wilayah IUP, Kapolsek juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang dapat merusak generasi muda serta mengganggu stabilitas sosial di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Batuud Koramil 1204-07/Tayan Hilir Serma Wan Edy P. menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menyelesaikan setiap persoalan secara damai. Menurutnya, penyelesaian melalui musyawarah akan mencegah konflik berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.

Dalam sesi diskusi, masyarakat bersama pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, dan pihak perusahaan membahas berbagai potensi persoalan yang kerap muncul di lapangan. Forum tersebut menjadi wadah untuk menghimpun aspirasi sekaligus menyusun langkah-langkah penyelesaian yang mengedepankan kepentingan bersama.

PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Bauksit Kalimantan Barat juga memaparkan upaya pengamanan wilayah konsesi melalui pendekatan kolaboratif. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi pemetaan digital Avenza Maps yang dapat digunakan bersama aparatur desa untuk memantau batas-batas wilayah IUP secara lebih akurat serta mencegah terjadinya aktivitas penambangan ilegal.

Selain itu, perusahaan menegaskan pentingnya perlindungan terhadap aset negara dan kepatuhan terhadap tata kelola pertambangan yang berlaku. Melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan, diharapkan pengelolaan wilayah pertambangan dapat berlangsung secara aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun keberlangsungan investasi.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Melalui sosialisasi ini diharapkan terbangun komunikasi yang semakin erat antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, tokoh adat, dan masyarakat sehingga tercipta situasi kamtibmas yang kondusif serta mendukung pembangunan dan investasi yang berkelanjutan di wilayah Kecamatan Tayan Hilir. _(Dny Ard / Humas Res Sgu)_

Publis : Syarif HB 

30/06/2026

‎Wakapolres Sanggau Hadiri Upacara Hari Berkabung Daerah 2026, Tegaskan Semangat Kepahlawanan Harus Terus Hidup di Tengah Masyarakat


Sanggau,faktadaerah.id Polda Kalbar - Pemerintah Kabupaten Sanggau menggelar Upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Tahun 2026 sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh pejuang Kalimantan Barat yang gugur dalam mempertahankan bangsa dari kekejaman pendudukan Jepang. Upacara berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Sanggau, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Senin (29/6/2026) pukul 07.30 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H., selaku Inspektur Upacara. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf. Nur Rahman Gindha Drahizya, Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H., Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau Drs. Aswin Khatib, M.Si., Danki Brimob Sanggau Ipda Flayianus, S.E., Danki Yon 883/TP Lettu Sunandi, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Peringatan Hari Berkabung Daerah menjadi momentum penting untuk mengenang tragedi sejarah yang terjadi di Kalimantan Barat pada masa pendudukan Jepang antara tahun 1941 hingga 1945. Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam karena ribuan putra-putri terbaik daerah menjadi korban dalam perjuangan mempertahankan martabat bangsa.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Sanggau menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bentuk penghormatan atas jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kehormatan bangsa. Menurutnya, generasi masa kini memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu.

Ia menegaskan bahwa ungkapan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya” harus menjadi pedoman dalam membangun karakter generasi muda. Kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan luar biasa para pendahulu yang rela berkorban demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada peringatan Hari Berkabung Daerah Tahun 2026, tema yang diusung adalah “Tidak Cukup Sekadar Anda Kenang, Tapi Kuharap Anda Teruskan Semangat Juangmu untuk Memerangi Segala Bentuk Penjajahan.” Tema tersebut mengandung pesan agar semangat perjuangan tidak berhenti pada mengenang sejarah, tetapi diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam membangun bangsa serta menghadapi berbagai tantangan zaman.

Dalam amanatnya juga disampaikan bahwa berbagai persoalan bangsa seperti kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, keterpencilan wilayah hingga bencana alam memerlukan semangat gotong royong dan pengorbanan sebagaimana telah dicontohkan para pahlawan. Nilai-nilai rela berkorban, pantang menyerah, percaya pada kemampuan sendiri serta kepedulian terhadap sesama dinilai tetap relevan dalam kehidupan saat ini.

Sementara itu, kehadiran Wakapolres Sanggau dalam upacara tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung pelestarian nilai-nilai sejarah, memperkuat nasionalisme serta menjaga sinergitas bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

Usai kegiatan, Kompol Radian menegaskan bahwa peringatan Hari Berkabung Daerah merupakan momentum penting untuk memperkokoh persatuan bangsa sekaligus menanamkan kembali semangat patriotisme kepada generasi muda.

“Menghormati jasa para pahlawan bukan hanya dilakukan melalui upacara, tetapi juga diwujudkan dengan menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai kebangsaan, menaati hukum, serta bersama-sama memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat. Semangat perjuangan para pendahulu harus menjadi inspirasi bagi kita semua dalam menghadapi tantangan bangsa saat ini,” ugkapnya.

Menurut Kompol Radian, Polres Sanggau akan terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Sanggau, TNI, serta seluruh unsur Forkopimda dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Ia menilai stabilitas keamanan merupakan fondasi utama agar pembangunan daerah dapat berjalan secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Upacara Hari Berkabung Daerah Tahun 2026 di Kabupaten Sanggau berlangsung dengan aman, tertib dan penuh khidmat.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan semangat kepahlawanan, nasionalisme, persatuan serta kecintaan terhadap daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai perjuangan para pendahulu tetap hidup dan menjadi landasan dalam mewujudkan Kalimantan Barat yang maju, sejahtera, adil, demokratis, religius serta berwawasan lingkungan. _(Dny Ard / Humas Res Sgu)_

Publis : Syarif HB 

29/06/2026

Laka Lantas di Jalan Raya Bodok–Sanggau, Polsek Parindu Amankan TKP dan Evakuasi Korban


Sanggau, faktadaera.id Polda Kalbar - Personel Polsek Parindu bergerak cepat melakukan penanganan awal terhadap peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z1 dan satu unit mobil Daihatsu Sigra di depan SPBU Pusat Parindu, Jalan Raya Bodok–Sanggau, Desa Pusat Damai, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah anggota piket penjagaan Polsek Parindu menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya kecelakaan lalu lintas di lokasi kejadian. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel kepolisian segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk memberikan penanganan awal serta mengamankan situasi.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan evakuasi terhadap korban, mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan, serta mengumpulkan data awal guna mendukung proses penyelidikan. Selain itu, identitas para pihak yang terlibat maupun saksi di lokasi turut didata oleh petugas.

Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah sepeda motor Yamaha Jupiter Z1 Nomor Polisi KB 3324 UZ yang dikendarai BA (76), warga Dusun Sengoret, Desa Maringin Jaya, Kabupaten Sanggau, serta mobil Daihatsu Sigra Nomor Polisi KB 1481 WQ yang dikemudikan MU (23), warga Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kecelakaan bermula ketika mobil Daihatsu Sigra melaju dari arah Sanggau menuju Bodok. Saat berada di depan SPBU Pusat Parindu, sepeda motor Yamaha Jupiter Z1 yang datang dari arah berlawanan diduga tiba-tiba berbelok ke arah SPBU. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindarkan.

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor BA mengalami luka robek pada bagian kepala serta luka robek di pergelangan telapak kaki kiri. Korban kemudian segera dievakuasi oleh personel Polsek Parindu ke Puskesmas Parindu untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain melakukan evakuasi korban, petugas juga mengamankan barang bukti kendaraan, mencatat identitas korban dan saksi, serta membuat laporan kejadian sebagai dasar penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Kapolsek Parindu AKP Sutono mengungkapkan bahwa respons cepat personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kecelakaan lalu lintas agar korban segera memperoleh pertolongan dan situasi di lokasi tetap aman.

“Kami mengutamakan keselamatan korban dengan segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan awal di lokasi. Saat ini, seluruh fakta kejadian masih didalami melalui pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, serta olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,” katanya.

AKP Sutono juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar senantiasa mengutamakan keselamatan saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, mengurangi kecepatan di kawasan ramai aktivitas masyarakat maupun persimpangan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan. Dengan meningkatnya disiplin berlalu lintas, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan dan keselamatan seluruh pengguna jalan dapat terjaga. _(Dny Ard / Humas Res Sgu)_

Publis : Syarif HB 

19/06/2026

Firdaus Minta SMSI Jadi Penanggung Jawab HPN 2026


JAKARTA –faktadaerah.id Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus mengusulkan agar SMSI dipercaya menjadi penanggung jawab Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Permintaan tersebut disampaikan langsung kepada Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat saat memberikan sambutan pada Malam Anugerah SMSI 2026 di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Dalam sambutannya, Firdaus mengatakan SMSI akan segera menyampaikan surat resmi kepada Dewan Pers terkait usulan tersebut. Menurutnya, penunjukan penanggung jawab HPN perlu dilakukan secara bergiliran dan berkeadilan bagi seluruh konstituen pers.

“Insya Allah, dengan izin Yang Mulia Ketua Dewan Pers, kiranya berkenan nanti penanggung jawab Hari Pers Nasional yang akan datang itu SMSI. Kami akan kirim surat menyusul,” ujar Firdaus.

Ia menegaskan, SMSI tidak bermaksud memonopoli penyelenggaraan HPN. Justru sebaliknya, organisasi perusahaan media siber terbesar di Indonesia itu menginginkan adanya prinsip kesetaraan di antara seluruh konstituen Dewan Pers.

“Pada HPN yang akan datang, seluruh konstituen itu harus diberi kesempatan sebagai penanggung jawab demi kesetaraan. AMSI, PRRSNI, ATVLI, ada PWI, ada SMSI dan lainnya. Semuanya harus ditempatkan secara setara dam adil,” katanya.

Firdaus juga berharap Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dapat memberikan dukungan terhadap keinginan SMSI menjadi penanggung jawab HPN 2026.

“Mohon izin kembali kepada PWI, kiranya nanti mendukung kami untuk menjadi penanggung jawabnya. Karena ini adalah karya-karya luar biasa yang harus terus dijaga keberlangsungannya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Firdaus menjelaskan bahwa Anugerah SMSI 2026 merupakan bentuk apresiasi masyarakat pers kepada para tokoh pemerintah dan masyarakat yang berkontribusi menjaga kemerdekaan pers di Indonesia.

Sebanyak 16 penerima penghargaan terpilih dari 61 nama yang diusulkan pengurus SMSI kabupaten/kota dan provinsi dari seluruh Indonesia. Nama-nama tersebut kemudian disaring menjadi 32 kandidat sebelum akhirnya diputuskan 16 penerima penghargaan oleh dewan juri di bawah koordinasi Sekretaris Dewan Juri Prof. Taufik dan pengawasan Ketua Dewan Pakar SMSI Prof. Yudi Krisnandi.

Dari 16 penerima penghargaan tersebut, tiga tokoh akan masuk nominasi penerima Pin Emas SMSI yang rencananya diserahkan pada peringatan Hari Pers Nasional mendatang.

Firdaus menilai momentum HPN tidak hanya menjadi perayaan insan pers, tetapi juga wadah untuk memperkuat kebersamaan seluruh organisasi konstituen Dewan Pers.

“Seluruh konstituen harus ditempatkan secara setara dan berkeadilan. Itu semangat yang ingin kami bangun,” tegasnya.

Acara Malam Anugerah SMSI 2026 sendiri dihadiri Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, jajaran pengurus pusat SMSI, para tokoh penerima penghargaan, serta insan pers dari berbagai daerah di Indonesia.

Publis : Syarif HB 

Lambatnya Penanganan Sertifikat PTSL Desa Pedalaman, Yayat Hari Purwanto Desak Langkah Nyata BPN Sanggau


Sanggau, faktadaerah.id  Sejumlah warga Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, dikabarkan masih mengeluhkan lambatnya penyelesaian perbaikan sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun anggaran 2017.
​Mantan Ketua Pelaksana Program PTSL Desa Pedalaman Tahun 2017, Yayat Hari Purwanto, angkat bicara mengenai persoalan tersebut. Ia mendesak pihak Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Sanggau untuk segera mengambil langkah solutif guna memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang terdampak.
​Menurut keterangan Yayat, sebagian warga belum dapat menerima dokumen penting tersebut lantaran adanya kendala administratif saat penerbitan awal. Kendala tersebut meliputi dugaan kesalahan penulisan nama hingga ketidaksesuaian dalam cetak peta bidang tanah. Kendati permasalahan administratif ini diklaim telah lama disampaikan kepada pihak berwenang, namun hingga kini penyelesaiannya dirasa masih berjalan di tempat.
​"Setiap kali warga hendak mengurus atau mengambil perbaikan sertifikat, proses birokrasi yang dijalani dirasakan cukup berbelit-belit. Hingga saat ini, masyarakat belum mendapatkan kepastian tertulis maupun lisan mengenai kapan dokumen perbaikan tersebut dapat diselesaikan dan diterima," ujar Yayat kepada awak media, [Hari/Tanggal].
​Lebih lanjut, Yayat mengingatkan bahwa sertifikat tanah merupakan dokumen vital yang memberikan kepastian hukum atas hak kepemilikan aset warga. Oleh karena itu, ia berharap hambatan administratif seperti ini tidak menjadi beban berkepanjangan bagi masyarakat yang sejatinya telah mengikuti seluruh prosedur dan mekanisme yang ditentukan.
​Sebagai instansi yang memegang otoritas penuh terhadap kesuksesan program strategis nasional tersebut, Kantor Pertanahan Kabupaten Sanggau diharapkan mampu mengedepankan asas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berorientasi pada penyelesaian masalah (problem solving).
​"Harapan kami tentu ada langkah nyata agar hak warga untuk memperoleh dokumen pertanahan yang valid dapat segera terpenuhi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," pungkas Yayat.
​Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi dan meminta tanggapan resmi dari pihak Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Sanggau terkait tindak lanjut serta kendala teknis yang dihadapi dalam proses perbaikan sertifikat PTSL Desa Pedalaman tahun 2017 tersebut.

Publis : Syarif HB 

18/06/2026

. ​Pelepasan Angkatan ke-VIII PAUD Al-Fatimah: Apresiasi Tinggi untuk Kolaborasi Hebat Sekolah dan Wali Murid

Alternatif judul : 


​TAYAN HILIR –faktadaerah.id Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Fatimah Kecamatan Tayan Hilir sukses menggelar acara pelepasan dan pentas seni bagi siswa-siswi angkatan ke-VIII. Acara yang berlangsung meriah dan penuh haru ini menjadi momentum penting dalam menegaskan komitmen bersama antara pemerintah desa, pihak yayasan, pengelola sekolah, serta orang tua dalam mencetak generasi emas yang berkarakter sejak dini.

​Pemerintah Desa Pedalaman memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PAUD Al-Fatimah yang dinilai konsisten dalam menjaga mutu pendidikan anak di wilayah tersebut.

Kepala Desa Pedalaman, Sunarto dalam sambutannya menekankan pentingnya memaksimalkan fase golden age atau masa emas anak yang berada pada rentang usia 0–5 tahun. 

Menurutnya, pada periode kritis ini, anak-anak mengalami perkembangan otak dan mental yang sangat pesat, sehingga membutuhkan perhatian, pengasuhan, dan stimulasi pendidikan yang tepat.

​"PAUD memiliki peran yang sangat krusial sebagai fondasi awal pembentukan karakter anak. Kami dari jajaran pemerintah desa sangat mengapresiasi dedikasi para pendidik di PAUD Al-Fatimah. Melalui stimulasi yang tepat di masa emas ini, kita sedang mempersiapkan fondasi kokoh untuk anak-anak yang cerdas, mandiri, berakhlak mulia, serta siap melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya," ujar Kepala Desa Pedalaman.

​Apresiasi Mendalam untuk Sinergi Orang Tua dan Sekolah
​Pujian dan rasa syukur juga datang dari Pengelola PAUD Al-Fatimah, Susilarahmi. 

Dalam pidatonya yang penuh kehangatan, beliau secara khusus memberikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh wali murid atas kepercayaan total yang diberikan kepada lembaga pendidikan tersebut selama proses belajar mengajar berlangsung.

​"Kami menyadari bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak bisa bertumpu pada sekolah saja. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan materiel, moril, serta kerja sama yang solid dari para orang tua. Kami sangat mengapresiasi peran aktif wali murid yang luar biasa dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak di rumah. Semoga sinergi yang harmonis ini terus terjalin erat demi mewujudkan pendidikan anak yang berkualitas di masa depan," ungkap Susilarahmi.

​Sementara itu, Ketua Yayasan PAUD Al-Fatimah, Dr. Muhammad Faisal, memberikan pandangan mendalam mengenai esensi spiritual dari dunia pendidikan anak.

Dia mengingatkan anak pada hakikatnya adalah amanah besar titipan Allah SWT yang wajib dijaga, dirawat, dan dibekali dengan ilmu serta akhlak yang baik sejak usia dini. Pendidikan yang ditanamkan sejak anak-anak masih kecil akan menjadi kompas utama mereka dalam mengarungi kehidupan di masa depan.

​"Mendidik anak bukan sekadar kewajiban formal atau tanggung jawab duniawi semata, melainkan sebuah investasi amal untuk kehidupan akhirat. Sebagai orang tua, kita harus menyadari bahwa setiap butir ilmu, setiap adab, dan setiap amal saleh yang dilakukan oleh anak-anak yang kita didik dengan baik, akan mengalirkan pahala jariyah yang tidak pernah terputus bagi kita. Ini adalah tugas mulia," pungkas Dr. Muhammad Faisal.

​Acara pelepasan angkatan ke-VIII ini ditutup dengan berbagai penampilan bakat, mulai dari hafalan surah pendek, tarian daerah, hingga pembacaan puisi dari para siswa.

 Penampilan tersebut berhasil mengundang decak kagum dan tepuk tangan meriah dari para undangan, membuktikan kemandirian, kreativitas, dan rasa percaya diri yang tinggi yang telah sukses diasah oleh PAUD Al-Fatimah Tayan Hilir.

Pewarta : Syarif HB