Air Sungai Berubah Coklat Pekat, Diduga Dampak Kerusakan Lingkungan | FAKTADAERAH.ID

04/02/2026

Air Sungai Berubah Coklat Pekat, Diduga Dampak Kerusakan Lingkungan


SANGGAU, faktadaerah.id  – Warga di wilayah Desa Balai Tinggi, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalbar. 

Mereka mengeluhkan kondisi air sungai yang semakin keruh dan dinilai tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Keruhnya air sungai tersebut diduga kuat akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih beroperasi di kawasan hulu sungai.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa sungai yang selama ini menjadi sumber air utama untuk mandi, mencuci, hingga keperluan rumah tangga, kini berubah warna menjadi cokelat pekat, terutama saat hujan turun.

“Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Air sungai sering keruh dan berbau lumpur. Kami khawatir dampaknya bagi kesehatan,” ujar seorang warga Balai Tinggi, Selasa (3/2).

Warga mengaku telah berulang kali melaporkan dugaan aktivitas PETI tersebut kepada berbagai pihak, mulai dari kepolisian, Muspika hingga Muspida. Namun hingga kini, mereka menilai belum ada langkah nyata yang mampu memberikan solusi, baik dalam bentuk penertiban aktivitas PETI maupun upaya pemulihan kondisi sungai.

“Sudah dilaporkan ke polisi dan pemerintah setempat, tapi sampai sekarang aktivitasnya masih berjalan dan air sungai tetap keruh,” keluh warga lainnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga yang bermukim di sepanjang Sungai Buayan, wilayah Kuala Rosan. Mereka menyebut kualitas air sungai di kawasan tersebut mengalami penurunan drastis dalam beberapa waktu terakhir, yang diduga kuat merupakan dampak lanjutan dari aktivitas PETI di wilayah hulu.

Warga berharap aparat penegak hukum bersama pemerintah daerah dapat segera turun tangan secara serius untuk menghentikan aktivitas PETI serta melakukan langkah-langkah pemulihan lingkungan. Mereka menegaskan sungai merupakan sumber kehidupan masyarakat yang harus dilindungi dari kerusakan akibat aktivitas ilegal.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah daerah terkait tindak lanjut atas laporan dan keluhan warga tersebut.

Pewarta : Syarif HB 
  

Follow Faktadaerah.id untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar