Faktadaerah.id - Sanggau - (7/4/2026) Aroma dugaan ketidakwajaran proyek kembali mencuat di Kabupaten Sanggau. Kali ini, sorotan tajam datang dari warga Dusun Balai Nanga, Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, yang mengeluhkan kondisi jembatan hasil rehabilitasi pemerintah yang justru mengalami kerusakan serius, meski belum genap tiga bulan rampung dikerjakan.
Berdasarkan data papan proyek yang diperoleh di lapangan, pekerjaan rehabilitasi jembatan tersebut merupakan bagian dari program Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Sanggau Tahun Anggaran 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp 199.946.000. Proyek ini dilaksanakan oleh penyedia jasa CV. Kichiro, dengan kontrak tertanggal 23 Juli 2025.
Namun fakta di lapangan berbicara lain. Jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas warga kini dilaporkan dalam kondisi rusak hingga patah, sehingga tidak dapat difungsikan secara optimal. Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek.
“Kami sangat kecewa, baru beberapa bulan sudah rusak. Ini akses utama kami untuk aktivitas sehari-hari,” ungkap salah seorang warga dengan nada kesal.
Sorotan pun mengarah pada pelaksanaan teknis proyek. Dugaan lemahnya pengawasan, kualitas material yang dipertanyakan, hingga indikasi pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis mulai mencuat. Warga menilai, dengan anggaran hampir Rp 200 juta, seharusnya jembatan tersebut mampu bertahan lebih lama dan aman digunakan.
Kerusakan ini bukan hanya berdampak pada infrastruktur semata, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga yang sangat bergantung pada akses tersebut.
Sejumlah elemen masyarakat mendesak agar instansi terkait segera melakukan investigasi menyeluruh, termasuk mengevaluasi kinerja kontraktor pelaksana, CV. Kichiro, serta memastikan transparansi penggunaan anggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Sanggau maupun dari pihak kontraktor terkait kondisi jembatan tersebut. Tekanan publik pun terus menguat, menuntut adanya pertanggungjawaban atas proyek yang diduga bermasalah ini.
Tim investigasi