Berita FAKTADAERAH.ID Hari ini

16/09/2026

Rehabilitas SDN 14 Selampung Senilai Rp199 Juta Disorot, Pasalya Baru Lima Bulan Lantai Sudah Retak


Sanggau, faktadaerah.id — Proyek rehabilitasi ruang kelas SD Negeri 14 Selampung, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan warga. Pasalnya, sejumlah bagian lantai bangunan disebut mulai mengalami keretakan meski pekerjaan tersebut belum lama selesai dikerjakan.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan Rehabilitasi Ruang Kelas SD Negeri 14 Selampung memiliki nilai kontrak sebesar Rp199.012.000, bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025.


Pekerjaan tersebut tercantum menggunakan nomor kontrak 027/413/SPK-DAU/2025, dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender, mulai 23 September hingga 21 Desember 2025. Pelaksana pekerjaan yang tercantum pada papan proyek adalah CV Kallijati Permai.

Namun, warga mempertanyakan kualitas hasil pekerjaan setelah menemukan adanya keretakan pada bagian lantai.


“Baru sekitar lima bulan dikerjakan, lantainya sudah retak. Sekarang sudah memasuki sembilan bulan, kondisi retaknya masih menjadi perhatian kami,” ungkap seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan, Rabu (16/9/2026). 

Menurut warga, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian dari pihak terkait. Apalagi proyek rehabilitasi tersebut menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari DAU.

Warga berharap pihak pelaksana maupun instansi terkait melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lantai dan bagian bangunan lainnya untuk memastikan apakah keretakan tersebut berkaitan dengan kualitas material, metode pelaksanaan, kondisi dasar lantai, atau faktor teknis lainnya.

“Kalau memang ada kerusakan, kami berharap diperiksa dan diperbaiki sesuai ketentuan. Kami hanya ingin bangunan sekolah ini benar-benar kuat dan aman digunakan anak-anak,” tambahnya.

Faktadaerah.id juga menilai perlu dilakukan pemeriksaan dengan membandingkan kondisi fisik bangunan dengan RAB/BOQ, gambar kerja dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak.

Hal ini penting untuk memastikan apakah volume dan mutu pekerjaan yang dilaksanakan telah sesuai dengan dokumen perencanaan serta ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, keretakan lantai tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebagai akibat pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Diperlukan pemeriksaan teknis oleh pihak yang berkompeten untuk mengetahui penyebab keretakan secara objektif.

Faktadaerah.id akan terus menelusuri proyek tersebut dan meminta klarifikasi kepada CV Kallijati Permai, konsultan pengawas serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau mengenai kualitas pekerjaan dan tindak lanjut terhadap keretakan yang ditemukan. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait.

14/09/2026

Koramil 1204-01/Kapuas Padamkan Dua Titik Karhutla di Desa Lape


SANGGAU – faktadaerah.id Personel Koramil 1204-01/Kapuas bersama masyarakat melaksanakan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Lape, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Senin (14/9/2026).

Dalam penanganan tersebut, petugas mendapati dua titik kebakaran dengan luas lahan terbakar sekitar 0,8 hektare. Sebanyak empat personel dikerahkan, terdiri dari dua personel Koramil 1204-01/Kapuas dan dua orang masyarakat.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan ground check untuk memastikan kondisi titik api, dilanjutkan dengan pemadaman terhadap api yang masih menyala. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pengecekan ulang guna memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.

Danramil 1204-01/Kapuas Kapten Inf Eko Prasetyo mengatakan, penanganan Karhutla dilakukan secara cepat dan melibatkan masyarakat sebagai bentuk sinergi dalam mencegah kebakaran meluas.

“Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan apabila ditemukan titik kebakaran. Setelah api berhasil dipadamkan, kami memastikan kembali kondisi di lokasi agar benar-benar aman dan tidak terjadi api susulan,” ujarnya.

Selain melaksanakan pemadaman, personel Koramil juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

Menurutnya, pembakaran lahan dapat memicu kebakaran yang lebih luas serta menghasilkan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas penerbangan.

“Kami mengajak masyarakat agar mengutamakan cara-cara yang aman dalam membuka lahan dan tidak menggunakan metode pembakaran. Pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama,” tambahnya.

Hingga kegiatan berakhir, dua titik kebakaran di Desa Lape berhasil dipadamkan. Personel Koramil 1204-01/Kapuas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

*Pendim 1204/Sgu-Skd*

Sinergi Polisi dan Warga, Karhutla Seluas 1 Hektare di Toba Berhasil Dipadamkan


Sanggau, Polda Kalbar - faktadaerah.id Polsek Toba bersama Pemerintah Desa Sansat dan masyarakat berjibaku memadamkan serta melakukan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Dusun Sansat, Desa Sansat, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (13/9/2026). Penanganan dilakukan secara intensif untuk memastikan api tidak kembali menyala dan menjalar ke kawasan sekitar.

Kegiatan pemadaman dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berlangsung hingga selesai pada malam hari. Dari hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare.

Kapolsek Toba Iptu Arnold Rocky Montolalu, S.H., M.H., bersama personel Polsek Toba turun langsung dalam proses pemadaman. Penanganan juga melibatkan Pemerintah Desa Sansat serta sekitar 15 orang masyarakat yang turut membantu petugas mengendalikan api.

Untuk mendukung proses pemadaman, petugas mengerahkan satu unit mobil tangki PT KAN berkapasitas 16.000 Liter serta dua mobil tangki milik masyarakat dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter. Selain itu, digunakan satu unit mesin Robin, satu unit mesin Mini Strike, dan 12 gulung selang untuk menjangkau titik-titik api.

Kapolsek Toba mengatakan, karakter lahan menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran. Selain berada pada kawasan berhutan dengan jenis tanah mineral, di lokasi terdapat timbunan limbah pohon bekas kegiatan land clearing yang telah tertutup tanah sehingga api dapat bertahan dan menyala dari bagian bawah permukaan.

“Kondisi di lapangan cukup membutuhkan perhatian karena api tidak hanya terlihat di permukaan. Ada timbunan limbah pohon bekas land clearing yang tertutup tanah, sehingga titik panas dapat bertahan di bawah permukaan. Karena itu, kami tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan api benar-benar padam,” ujar Iptu Arnold Rocky Montolalu.

Berdasarkan informasi dan hasil penanganan di lokasi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran tumpukan kayu. Api kemudian merambat ke lahan di sekitarnya hingga menyebabkan area berhutan ikut terbakar. Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan penyiraman berulang pada titik-titik yang masih menyimpan panas.

Petugas bersama masyarakat kemudian melakukan pemadaman dengan menyasar titik api sekaligus melakukan pembasahan pada area yang telah terbakar. Pendinginan menjadi bagian penting karena material organik yang tertimbun di bawah tanah berpotensi menyimpan bara dan kembali memunculkan api apabila tidak ditangani secara tuntas.

Iptu Arnold Rocky Montolalu menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat membantu proses penanganan Karhutla, terutama dalam penyediaan sarana air dan dukungan tenaga di lapangan. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran tumpukan kayu maupun lahan secara sembarangan. Api yang awalnya kecil dapat merambat ke area lain dan sulit dikendalikan, terlebih jika terdapat material mudah terbakar yang tertimbun. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.

Sekitar pukul 21.30 WIB, rangkaian pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai dengan kondisi api telah berhasil dipadamkan. Polsek Toba bersama Pemerintah Desa Sansat dan masyarakat memastikan lokasi kebakaran telah ditangani, sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama untuk mencegah munculnya titik api baru di wilayah Kecamatan Toba. _(Dny Ard / Humas Res Sgu)_

Buku The Art of Heroic Leadership Diluncurkan, Tawarkan Perspektif Baru Kepemimpinan di Era Kompleksitas


JAKARTA — faktadaerah.id Tantangan kepemimpinan di tengah disrupsi, ketidakpastian, dan kompleksitas sistemik mendorong lahirnya sebuah perspektif baru tentang bagaimana seorang pemimpin seharusnya melihat persoalan dan mengambil tindakan.

Gagasan tersebut dituangkan Zulfikar M. Rachman atau Coach Kangzul bersama Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf atau Coach AMY dalam buku berjudul The Art of Heroic Leadership: From Systemic Blindness to Trustworthy Shared Action.

Buku setebal 324 halaman yang diterbitkan IPB Press itu resmi diluncurkan dalam acara Book Launch dan diskusi publik di Kinokuniya Book Store, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Buku ini mengangkat persoalan yang dinilai kerap luput dari perhatian dalam praktik kepemimpinan modern, yakni systemic blindness atau titik buta sistemik.

Menurut para penulis, persoalan kepemimpinan tidak selalu muncul karena kurangnya kecerdasan, informasi, maupun data. Justru, seorang pemimpin dapat gagal mengambil keputusan karena tidak mampu melihat persoalan secara utuh dan memahami keterkaitan berbagai unsur dalam sebuah sistem.

Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, Executive Coach dan CEO Perum LKBN ANTARA periode 2007–2012, mengatakan buku tersebut lahir dari kegelisahan terhadap pola kepemimpinan yang terlalu cepat berorientasi pada tindakan tanpa terlebih dahulu membangun kesadaran.

"Kepemimpinan hari ini sedang diuji oleh kompleksitas dan interdependensi. Sering kali kita merasa sudah melihat seluruh persoalan, padahal hanya melihat sebagian kecil," ujar Coach AMY.

Karena itu, kata dia, The Art of Heroic Leadership tidak sekadar menawarkan teknik manajemen. Buku tersebut mengajak pemimpin melakukan perjalanan kesadaran batin, membangun kepemimpinan berbasis kehadiran (presence), serta menghidupkan nilai kearifan kolektif melalui gagasan Gotong Royong 2.0.

Tujuannya adalah membangun aksi bersama yang dilandasi kepercayaan dan mampu menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Zulfikar M. Rachman, penulis, Wayfinder, dan fasilitator transformasi, menjelaskan istilah "Heroic" dalam judul buku tidak dimaksudkan untuk menggambarkan sosok pahlawan tunggal yang bekerja layaknya superman.

Menurutnya, kepemimpinan heroik justru dimulai dari keberanian seorang pemimpin untuk melihat dan memahami dirinya sendiri.

"Pahlawan dalam buku ini bukanlah sosok yang berdiri di luar sistem untuk menyelamatkan orang lain, melainkan pemimpin yang berani menyelami dirinya sendiri, menyadari titik butanya, serta hadir secara utuh bersama tim untuk menggerakkan perubahan nyata," jelas Coach Kangzul.

Gagasan dalam buku tersebut juga mendapat catatan pengantar dari C. Otto Scharmer, penggagas Theory U dari MIT Sloan School of Management. Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berakar pada kejernihan dalam melihat, mendengar, dan kemudian bertindak.

Dalam peluncurannya, buku tersebut dibedah melalui keynote talk yang dipandu Dr. Rahmat Mulyana, Managing Partner Strategic Action Indonesia. Diskusi mengupas konsep Systems, Self, Shift serta penerapan Heroic Leadership dalam berbagai konteks, mulai dari korporasi, sektor publik hingga organisasi nirlaba.

Acara juga diisi dialog interaktif dan sesi tanya jawab bersama praktisi kepemimpinan, eksekutif, dan coaches. Para peserta kemudian mendapat kesempatan mengikuti sesi book signing dan networking bersama kedua penulis.

Zulfikar M. Rachman merupakan Wayfinder, Storyteller, dan CEO PT Ksatria Candradimuka International. Ia juga menulis buku The Art of Heroic Coaching dan aktif mendampingi proses transformasi sistemik berbasis komunitas dan organisasi.

Adapun Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf dikenal sebagai Executive & Business Coach, akademisi, komisaris perusahaan, serta pernah menjabat Direktur Utama Perum LKBN ANTARA periode 2007–2012. Ia aktif mengembangkan kepemimpinan berdampak, tata kelola, dan wakaf di Indonesia.

Melalui buku ini, kedua penulis mencoba menawarkan pesan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari kemampuan seorang pemimpin untuk "menjawab" persoalan, tetapi dari keberanian untuk melihat lebih dalam, mengenali titik buta, mendengarkan berbagai perspektif, dan membangun tindakan bersama yang dipercaya.***

12/09/2026

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif




Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers

Jakarta, 12 September 2026 faktadaerah.id Dua tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk menghakimi sebuah pemerintahan yang belum sampai setengah periode memegang kekuasaan, tetapi sudah cukup  untuk membaca watak seorang presiden. Dalam dua tahun, seorang presiden biasanya sudah memperlihatkan apa yang menjadi obsesinya, bagaimana ia menggunakan kekuasaan, siapa orang-orang yang dipercayainya, dan seberapa jauh gagasan yang dibawanya dari kampanye dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik.

 Prabowo Subianto memasuki Istana dengan modal politik yang kuat. Ia dilantik pada 20 Oktober 2024 setelah menang dalam pemilihan presiden 2024 dengan mandat elektoral yang besar. Lebih dari itu, ia bukan figur yang tiba-tiba muncul di panggung politik. Ia telah puluhan tahun berada dalam orbit kekuasaan: sebagai prajurit, pengusaha, ketua partai, calon presiden, dan akhirnya presiden. Karena itu, menarik menilai dua tahun pertama kepemimpinannya bukan semata dari daftar program yang sudah dikerjakan, melainkan dari pertanyaan yang lebih mendasar: apakah Prabowo sudah menunjukkan keberhasilannya membangun negara yang kuat atau baru berhasil membangun pemerintahan yang kuat? Keduanya tentu berbeda.

*Modal Seorang Petarung*

Salah satu kekuatan Prabowo adalah daya juangnya. Ia pernah kalah dalam pertarungan politik, tetapi tidak meninggalkan gelanggang. Dalam politik, kemampuan bangkit dari kekalahan bukan perkara kecil. Ia menunjukkan daya tahan psikologis sekaligus keyakinan pada tujuan politiknya. Prabowo juga mempunyai karakter nasionalisme yang kuat. Negara, kedaulatan, pertahanan, pangan dan energi baginya bukan sekadar sektor-sektor kebijakan, melainkan bagian dari gagasan besar tentang Indonesia yang berdaulat.

Pengalaman sebagai prajurit ikut membentuk cara pandangnya. Ia cenderung melihat dunia sebagai arena kompetisi dan negara sebagai aktor yang harus kuat agar tidak mudah dipermainkan oleh kekuatan lain. Pandangan tersebut mendapatkan relevansi baru ketika dunia memasuki era ketidakpastian geopolitik: perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, rivalitas Amerika Serikat-China, perubahan rantai pasok, perang dagang dan perebutan sumber daya strategis. Dalam konteks seperti itu, gagasan tentang kemandirian nasional bukanlah romantisme belaka. Tetapi di sinilah terdapat persoalan penting.

Dari Kapasitas Personal ke Kapasitas Institusional.

Negara tidak menjadi kuat hanya karena presidennya kaya dan tegas. Negara menjadi kuat apabila hukum bekerja, birokrasi profesional, pendidikan bermutu, ekonomi produktif, teknologi berkembang, korupsi terkendali, dan masyarakat percaya kepada institusi negara.

Prabowo mempunyai sejumlah obsesi yang relatif jelas: swasembada pangan, ketahanan energi, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, dan pembangunan manusia. Di antara semua program tersebut, Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi simbol paling kuat selama dua tahun pemerintahannya. Secara filosofis, MBG sebenarnya memiliki dasar yang sangat menarik. Negara tidak hanya bertugas membangun jalan, bendungan, atau kawasan industri. Negara juga berkewajiban memastikan bahwa anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan mempunyai kesempatan yang relatif sama untuk mengembangkan potensinya. Prabowo menyebut MBG sebagai investasi untuk generasi masa depan. Dalam rancangan APBN 2026, program ini ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dengan anggaran Rp335 triliun.

Tetapi semakin besar sebuah program, semakin besar pula tuntutan tata kelolanya. Program yang menyangkut makanan puluhan juta anak tidak cukup hanya memiliki niat baik. Ia membutuhkan standar gizi, keamanan pangan, rantai pasok, pengawasan, tenaga profesional, dan sistem pertanggungjawaban yang ketat. Peristiwa keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah menjadi peringatan keras. Ribuan siswa dan guru dilaporkan sakit, dan pemerintah kemudian memperketat pengawasan dapur serta distribusi makanan. Di sini terlihat sebuah hukum sederhana pemerintahan:

“Semakin besar ambisi kebijakan, semakin tinggi tuntutan profesionalismenya”.

*Perlu Dukungan Data Empiris*

Pemerintahan Prabowo juga menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu agenda utama. Pemerintah menyatakan produksi dan cadangan beras meningkat secara signifikan. Pada pertengahan 2026, pemerintah bahkan menyebut cadangan beras pemerintah telah mencapai lebih dari 5,3 juta ton. Ini tentu merupakan perkembangan penting. Namun, swasembada pangan jangan berhenti pada angka produksi dan cadangan pemerintah. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah petani menjadi lebih sejahtera? Apakah konsumen mendapatkan pangan dengan harga terjangkau? Apakah produktivitas pertanian meningkat secara berkelanjutan? Apakah ketergantungan pada impor benar-benar berkurang tanpa mengorbankan stabilitas harga? Jawaban atas semua pertanyaan ini mesti didukung dengan data yang akurat dan lengkap. Bukan sekedar jawaban politik.  

Swasembada bukan sekadar kemampuan negara menumpuk beras di gudang.Swasembada adalah kemampuan sebuah bangsa membangun ekosistem pangan yang sehat dari hulu sampai hilir. Petani harus untung. Konsumen harus terlindungi. Infrastruktur harus baik. Teknologi harus berkembang. Dan generasi muda harus mau menjadi petani modern. Jika tidak, swasembada hanya menjadi slogan yang ujungnya akan menurunkan kepercayaan rakyat pada pemerintah.

*Membangun Institusi yang Kuat*

Prabowo tampaknya percaya pada negara yang kuat. Pandangan ini mempunyai akar sejarah yang panjang dalam pemikiran politik Indonesia. Setelah bertahun-tahun negara dianggap terlalu lemah menghadapi kepentingan ekonomi dan politik, gagasan tentang strong state memang mempunyai daya tarik.Tetapi negara kuat mempunyai dua wajah. Wajah pertama, negara kuat berarti pemerintah mampu menegakkan hukum, menyediakan pelayanan publik, membangun infrastruktur, melindungi masyarakat miskin dan menghadapi kepentingan ekonomi yang terlalu dominan. Wajah kedua, negara kuat dapat berubah menjadi kekuasaan yang terlalu dominan apabila tidak diimbangi kontrol institusional. Karena itu, tantangan Prabowo bukan sekadar memperkuat negara. Melainkan Ia harus memperkuat institusi negara tanpa melemahkan masyarakat.

Demokrasi memang membutuhkan pemerintah yang kuat sekaligus juga masyarakat sipil yang kuat. Membutuhkan presiden yang efektif sekaligus pers yang bebas. Membutuhkan birokrasi yang disiplin sekaligus parlemen dan lembaga hukum yang mampu melakukan kontrol.

Kekuatan negara tanpa kontrol dapat berubah menjadi kekuasaan yang bisa mengarah pada pemerintahan otoriter yang tak akan bertahan lama.

*Politik akomodasi*

Prabowo mempunyai kemampuan yang menarik dalam mengelola politik. Ia mampu merangkul banyak kekuatan yang sebelumnya berada di luar lingkarannya. Koalisi pemerintahan menjadi sangat besar. Secara praktis, ini menguntungkan. Pemerintah relatif tidak terlalu direpotkan oleh oposisi parlementer yang kuat. Tetapi dari perspektif demokrasi, terdapat paradoks. Semakin besar koalisi pemerintah, semakin kecil ruang oposisi formal.

 Padahal demokrasi bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Demokrasi juga membutuhkan mereka yang kalah untuk tetap mempunyai ruang mengawasi mereka yang menang. Oposisi yang sehat bukan musuh pemerintah. Justru ia dapat menjadi cermin.

Karena itu, Prabowo perlu memastikan bahwa stabilitas politik tidak dibayar dengan hilangnya mekanisme kritik.

*Tidak Cukup Hanya Gagasan, Melainkan Eksekusi*

Prabowo sebenarnya tidak kekurangan gagasan. Justru sebaliknya, pemerintahannya mempunyai terlalu banyak agenda besar: pangan, energi, MBG, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, koperasi, pembangunan desa, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.Pertanyaannya adalah apakah mesin birokrasi mampu mengerjakannya secara bersamaan. Di sinilah peran menteri yang dinilai kegemukan menjadi sangat menentukan.

 Menteri bukan sekadar pelaksana perintah presiden. Menteri adalah penyaring, penerjemah dan penguji gagasan presiden. Seorang menteri seharusnya mampu mengatakan kepada presiden:

“Ini bisa dilakukan.” - “Ini terlalu mahal.”- “Ini berisiko.”- “Ini harus ditunda.”- “Ini sebaiknya dilakukan dengan cara berbeda.” Jika semua menteri hanya berkata siap, Pak, presiden justru kehilangan salah satu sumber informasi terpentingnya. Kabinet yang sehat bukan kabinet yang selalu kompak dalam arti selalu setuju.

 Kabinet yang sehat adalah kabinet yang berani berbeda pendapat di ruang rapat, tetapi kompak ketika keputusan telah dibuat. Karena itu, kualitas kabinet Prabowo tidak semestinya diukur dari banyaknya tokoh terkenal di dalamnya atau besarnya koalisi politik yang mendukungnya. Ukuran sesungguhnya adalah output. Berapa masalah yang selesai? Berapa kebijakan yang benar-benar bekerja? Berapa rupiah anggaran yang menghasilkan manfaat? Berapa banyak birokrasi yang menjadi lebih sederhana? Dan yang paling penting: apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik?

*Catatan dan Harapan ke Depan*

Setelah mendekati dua tahun, saya melihat sedikitnya lima hal yang perlu menjadi perhatian Prabowo.Pertama, jangan terlalu bergantung pada kekuatan personal presiden. Presiden yang kuat memang diperlukan, tetapi Indonesia membutuhkan institusi yang kuat lebih daripada figur yang kuat. Masa jabatan presiden akan berakhir, sedangkan institusi harus bertahan. Kedua, perkuat meritokrasi. Jangan sampai loyalitas politik lebih menentukan daripada kemampuan profesional. Negara terlalu besar untuk dikelola dengan prinsip kedekatan.

 Ketiga, jaga disiplin fiskal. Program populis dapat disukai rakyat, tetapi negara tidak boleh mengabaikan matematika anggaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah harus mempunyai social return yang jelas. Keempat, perbaiki komunikasi publik. Presiden dan para menterinya perlu lebih terbuka terhadap kritik. Kritik bukan sabotase. Kritik adalah mekanisme koreksi. Kelima, jangan menyamakan negara kuat dengan pemerintah yang tidak boleh dikritik.

Justru pemerintah yang percaya diri adalah pemerintah yang tidak takut terhadap kritik.

Jadi, bagaimana kita menilai dua tahun Prabowo? Banyak agenda besar yang perlu didukung, namun banyak pula catatan dan kritik yang perlu diperhatikan. Terdapat beberapa capaian yang patut dicatat, terutama dalam keberanian menetapkan agenda ketahanan pangan, penguatan program gizi, dan orientasi kemandirian ekonomi. Pemerintah sendiri mencatat peningkatan produksi pangan dan cadangan beras sebagai salah satu capaian penting. Namun terlalu dini menyebutnya berhasil. Sebab sebagian besar agenda besar Prabowo baru menunjukkan arah dan membangun fondasi. Yang ditunggu-tunggu rakyat adalah hasilnya.  Bukan pidato, bukan jumlah program, bukanya banyaknya proyek, bukan pula besarnya koalisi. Sementara itu dengan sarana media sosial di tangan, rakyat memiliki peluang yang sama untuk mengawasi dan menilai proses serta  hasil kinerja Prabowo. Rakyat akan selalu bertanya:  Apakah anak miskin memperoleh gizi yang lebih baik? Apakah petani hidup lebih sejahtera? Apakah kelas menengah merasa lebih aman? Apakah lapangan pekerjaan bertambah? Apakah pendidikan semakin bermutu? Apakah hukum semakin dipercaya? Apakah pintu korupsi semakin sempit? Apakah birokrasi semakin profesional? Dan apakah rakyat merasa memiliki negara, bukan sekadar menjadi objek dari negara? Keluh kesah dan harapan rakyat bermunculan mengisi ruang publik yang mudah sekali didengarkan melalui media sosial.   

*Dari Kekuasaan Menuju Peradaban*

Prabowo adalah presiden yang memiliki obsesi besar tentang Indonesia. Ia ingin Indonesia berdaulat, mandiri, kuat dan dihormati. Obsesi semacam itu diperlukan. Bangsa besar membutuhkan pemimpin yang berani berpikir besar. Tetapi ada satu tahap yang jauh lebih sulit: mengubah obsesi menjadi institusi, institusi menjadi kebijakan, dan kebijakan menjadi kebiasaan sosial. 

Di sinilah tahun-tahun berikutnya akan menjadi sangat menentukan. Apakah kemenangan yang diraih lewat pemilu akan diikuti dengan keberhasilan mewujudkan janji-janji kampanyenya?  Sejauh ini ia telah mengonsolidasikan kekuasaan. Kini tantangannya adalah bagaimana memenangkan kepercayaan sejarah. Sebab pada akhirnya seorang presiden tidak dikenang karena seberapa besar kekuasaan yang berhasil dikumpulkannya. Ia akan dikenang karena apa yang dilakukan dengan kekuasaan itu. Dan ukuran paling sederhana dari semuanya adalah pertanyaan seorang rakyat biasa: “Apakah hidup saya menjadi lebih baik?” 

Samar-samar genderang persaingan untuk memenangkan pemilu 2029 sudah mulai ditabuh. Saatanya Prabowo melakukan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya. Ibarat dalam permainan sepak bola, mereka yang tidak efektif dan tidak memiliki cukup keahlian menggiring bola mesti diganti dengan pemain yang professional. Professionalitas dan prinsip meritokrasi lebih penting dari loyalitas yang selalu ingin menggembirakan dan memuji bosnya.  (*)

11/09/2026

Koramil 1204-01/Kapuas Padamkan Karhutla di Desa Entakai, Luas Lahan Terbakar 0,3 Hektare


SANGGAU –faktadaerah.id Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Kodim 1204/Sanggau-Sekadau. Koramil 1204-01/Kapuas bersama masyarakat dan petugas pemadam berhasil memadamkan kebakaran lahan di Desa Entakai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis (10/9/2026).

Kebakaran tersebut terpantau pada satu titik dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,3 hektare. Personel gabungan yang diterjunkan terdiri dari dua personel Koramil 1204-01/Kapuas, dua orang masyarakat serta dua personel pemadam ASP Selatan.

Setibanya di lokasi, tim langsung melaksanakan ground check untuk memastikan titik kebakaran sekaligus melakukan pemadaman terhadap api yang masih menyala. Petugas juga melakukan penyisiran guna memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali menimbulkan kebakaran.

Selain pemadaman, personel di lapangan melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Edukasi juga diberikan mengenai dampak asap akibat Karhutla yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat maupun aktivitas penerbangan.

Danramil 1204-01/Kapuas Kapten Inf Eko Prasetyo W. menegaskan bahwa upaya pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kami terus melakukan pemantauan dan ground check terhadap titik-titik yang terindikasi adanya kebakaran. Selain memadamkan api, kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya dapat meluas dan merugikan banyak pihak,” ujarnya.

Petugas juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi serta berupaya mencari pemilik atau pihak yang bertanggung jawab atas lahan untuk diberikan pemahaman terkait bahaya dan konsekuensi pembakaran lahan.

Berkat kesigapan personel gabungan, kebakaran di Desa Entakai berhasil dipadamkan. Situasi di lokasi saat ini dalam kondisi aman dan petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

*Pendim 1204/Sanggau*

10/09/2026

Saat Air Sulit Didapat, Polsek Entikong Bantu Warga dengan Sumur Bor


Sanggau, Polda Kalbar - faktadaerah.id Polsek Entikong terus menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kemarau panjang. Pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, jajaran Polsek Entikong melaksanakan pembuatan sekaligus pengecekan bantuan sumur bor untuk masyarakat di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring, S.H., bersama personel Polsek Entikong dan didampingi masyarakat sekitar. Bantuan sumur bor tersebut diprioritaskan sebagai upaya membantu warga memperoleh sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu titik pembangunan berada di Dusun Semanget, Desa Semanget, Kecamatan Entikong. Sumur bor dibuat dengan kedalaman sekitar 20 Meter dan telah berhasil mengeluarkan aliran air sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Setelah memastikan air mengalir, jajaran Polsek Entikong melakukan pengecekan terhadap kondisi sumur sekaligus menyerahkannya kepada warga. Langkah tersebut menjadi bagian dari pelayanan kepolisian yang tidak hanya berfokus pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir membantu masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar.

Kapolsek Entikong mengatakan pembangunan sumur bor merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan air bersih akibat kemarau panjang.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap air bersih di tengah kondisi kemarau. Sumur bor ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan digunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan warga,” jelasnya.

Menurut AKP Donny Sembiring, keberadaan sumber air bersih sangat penting bagi masyarakat, terutama ketika kondisi kemarau menyebabkan sejumlah sumber air mengalami penurunan debit. Karena itu, Polsek Entikong berupaya mengambil langkah nyata dengan menghadirkan fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

Kapolsek Entikong juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas sumur bor yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kami mengajak warga untuk merawat dan menjaga sumur ini bersama-sama. Semoga fasilitas tersebut dapat menjadi solusi bagi kebutuhan air bersih dan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat,” tukasnya.

Pembuatan dan pengecekan sumur bor di Dusun Semanget tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi antara kepolisian dan warga, bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan dampak kemarau panjang sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Entikong tetap terpenuhi. _(Dny Ard / Humas Res Sgu)_

06/09/2026

Proyek Jalan Kembayan-Balai Sebut Rp3,72 Miliar untuk 375 Meter Dipertanyakan


Sanggau, faktadaerah.id — Proyek peningkatan Jalan Kembayan-Balai Sebut, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi perhatian warga setelah papan proyek mencantumkan nilai kontrak Rp3.721.228.000 untuk penanganan jalan sepanjang 375 meter.

Proyek tersebut dikerjakan CV Aneka Karya dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender. Konsultan supervisinya tercantum PT Madya Jasa Konsultan KSO PT Mitra Jasa Sejati. Proyek berada di bawah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas PUPR, Bidang Bina Marga.

Seorang warga yang melintas di lokasi mempertanyakan besarnya anggaran dibandingkan panjang jalan yang ditangani.

“Nilainya Rp3,7 miliar, panjangnya 375 meter. Tentu warga bertanya, pekerjaan apa saja yang membuat nilainya sebesar itu,” ujarnya, Kamis, 3 September 2026.

Menurut dia, pertanyaan tersebut bukan tuduhan adanya penyimpangan. Pemerintah dinilai perlu menjelaskan rincian pekerjaan, volume, spesifikasi material dan lokasi pasti segmen yang dikerjakan agar penggunaan anggaran dapat dipahami publik.

Jika dihitung sederhana, nilai kontrak tersebut setara sekitar Rp9,92 juta per meter. Namun, angka itu tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kejanggalan karena biaya konstruksi jalan dipengaruhi banyak komponen, seperti perkerasan, pekerjaan tanah, drainase, pelebaran, bahu jalan, mobilisasi, kondisi medan dan spesifikasi teknis.

Karena itu, titik persoalannya bukan semata-mata besaran angka, melainkan apa saja pekerjaan yang dibayar melalui kontrak Rp3,72 miliar tersebut.

Kesesuaiannya dapat diketahui dengan mencocokkan papan proyek dengan dokumen pengadaan, termasuk kontrak, RAB, HPS, spesifikasi teknis, gambar kerja serta daftar kuantitas dan harga.

Masyarakat juga perlu mengetahui apakah 375 meter tersebut berada dalam satu segmen atau tersebar di beberapa titik ruas Kembayan-Balai Sebut.

Proyek ini sekaligus menjadi sorotan publik karena kondisi ruas Kembayan-Balai Sebut sebelumnya pernah mendapat keluhan terkait kerusakan jalan.

Pemprov Kalbar dan Dinas PUPR diharapkan memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar penetapan nilai kontrak, rincian pekerjaan, lokasi segmen, volume pekerjaan dan spesifikasi yang digunakan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Kalbar maupun CV Aneka Karya mengenai rincian pekerjaan dan dasar perhitungan nilai kontrak tersebut.

Klarifikasi diperlukan agar proyek yang menggunakan anggaran publik itu dapat dinilai berdasarkan dokumen kontrak dan fakta pekerjaan di lapangan, bukan sekadar asumsi.

(Nanda)

04/09/2026

Di Balik Tirai Newsroom Jaga Desa


Oleh: Prof. Dr.Taufiqurokhman, S.H, A. Ks, S.Sos, M.Si

Dinamika politik Indonesia tak pernah lelah bersolek. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, genderang tantangan bertalu-talu bagai ombak yang enggan menepi.

Realitas hari ini menyajikan paradoks yang menarik: di satu sisi, ruang demokrasi tampak menganga lebar memberikan jalan bagi ekspresi publik; namun di sisi lain, ada jaring tak kasat mata yang perlahan mereduksi ruang gerak masyarakat sipil itu sendiri.

Simak saja kegaduhan sepekan menjelang aksi massa 27 Agustus 2026 lalu. Jagat maya mendadak riuh oleh orkestrasi para pendengung (buzzer) bayaran dan media pembuat narasi instan. 

Mereka mengamplifikasi isu secara masif, melukiskan potret Jakarta yang bakal lumpuh total. Narasi panas membakar persepsi domestik hingga internasional, menempatkan Gedung DPR RI sebagai episentrum ketegangan akibat desakan pengesahan RUU Perampasan Aset. Efeknya instan: sehari menjelang tanggal keramat itu, jalanan ibu kota justru sunyi, tersandera oleh kecemasan yang diproduksi secara digital.

Namun, di tengah simulakra dan hiruk-pikuk hoaks tersebut, sebuah gerakan tandingan yang waras lahir dari rahim pers nasional.

Ketika dunia maya dihujani disinformasi, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)—sebagai salah satu konstituen penting Dewan Pers di bawah nakhoda Prof. Dr. Komaruddin Hidayat—mengambil peran sebagai jangkar kewarasan publik. 

Di bawah komando Ketua Umum Firdaus, SMSI justru mengalihkan perhatian publik ke sebuah agenda subtansial di Gedung Dewan Pers, Jakarta: pelantikan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa untuk lima provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Kehadiran para pegiat pers daerah di Jakarta pada momentum krusial tersebut memunculkan dialektika demokrasi yang apik. Saat jalanan ibu kota dipenuhi desakan reformasi hukum yang merupakan keniscayaan dalam alam demokrasi, institusi pers justru sedang memperkuat benteng stabilitas nasional dari unit yang paling elementer: pedesaan. 

Disaat kondisi paling genting tersebut, Prof. Harris Arthur Hedar ketua Dewan Pembinaan SMSI yang selalu membersamai pergerakan SMSI dirawat di rumah sakit. Dari rumah sakit Prof. Harris Arthur Hedar terus memompa semangat para pengurus SMSI untuk bergerak.

Sehingga suasana kebatinan tersebut tidak mengurangi semangat pengurus dan anggota dari berbagai daerah hadir ke Jakarta. Mengingat misi kehadiran mereka mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa Jakarta tetap tegar dan aman.

Agenda strategis yang turut dihadiri oleh tokoh nasional seperti Hashim Djojohadikusumo ini membawa dua misi institusional yang profetik. 

Pertama, melawan disinformasi. 
Pers nasional berkomitmen menjadi penyedia informasi yang jernih dan berimbang, memastikan publik tidak terseret ke dalam pusaran polarisasi ekstrem yang destruktif. 

Kedua, menempatkan desa sebagai garda depan. Melalui Newsroom Jaga Desa, fokus pengawasan jurnalisme digeser ke akar rumput guna mengawal transparansi anggaran, edukasi hukum, dan pencegahan korupsi di tingkat basis.

Langkah ini berkelindan erat dengan salah satu poin Asta Cita Presiden Prabowo, yakni membangun Indonesia yang dimulai dari pinggiran dan desa. Pada akhirnya, ketika ruang digital kerap kali memproduksi kecemasan, jurnalisme desa hadir sebagai penyejuk—sebuah ikhtiar menjaga kewarasan bangsa dari beranda paling depan republik ini.

(Penulis adalah Direktur Pusat Kajian Strategis Governansi Digital Inklusif )

Kemarau panjang, Polres Sanggau Salurankan Air Bersih Ke Warga Tanjung Kapuas


Sanggau, Polda Kalbar - faktadaerah.id Polres Sanggau melalui kolaborasi Satuan Samapta dan Satuan Lalu Lintas menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 3.000 liter kepada masyarakat di Lingkungan Segole RT 11, Kelurahan Tanjung Kapuas, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari respons tanggap bencana sekaligus bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan.

Penyaluran air bersih dilakukan dengan mendatangi langsung lingkungan permukiman warga. Air yang didistribusikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, khususnya warga yang mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih akibat kondisi kemarau yang berlangsung di wilayah Kabupaten Sanggau.

Kegiatan kemanusiaan tersebut melibatkan personel Sat Samapta dan Sat Lantas Polres Sanggau. Kolaborasi lintas satuan itu menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan bantuan ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan segera.

Kegiatan dipimpin Kasat Samapta Polres Sanggau Iptu Santoso Herubimo. Personel yang terlibat memastikan proses distribusi air berlangsung secara tertib sehingga bantuan dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Iptu Santoso Herubimo mengatakan distribusi air bersih merupakan bentuk respons Polri terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan dukungan akibat keterbatasan air selama musim kemarau. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi perhatian penting dalam situasi tersebut.

“Kami berupaya hadir secara langsung di tengah masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan mendasar, sehingga melalui kegiatan ini kami ingin membantu meringankan beban warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan kondisi kemarau membutuhkan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak. Polri, kata dia, akan terus membangun kolaborasi dengan instansi terkait serta masyarakat dalam merespons kebutuhan warga, terutama apabila situasi berkembang menjadi kondisi yang memerlukan penanganan bersama.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang menyalurkan air, tetapi juga bagaimana memastikan masyarakat merasakan kehadiran dan kepedulian kami. Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan saling membantu selama kondisi kemarau masih berlangsung,” katanya.

Kolaborasi Sat Samapta dan Sat Lantas dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat semangat pelayanan Polres Sanggau yang mengedepankan kehadiran polisi di tengah masyarakat. Bantuan air bersih diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga Lingkungan Segole serta membantu memenuhi kebutuhan mereka selama menghadapi keterbatasan sumber air.

Penyaluran 3.000 liter air bersih tersebut menjadi bagian dari langkah tanggap terhadap dampak kemarau di Kabupaten Sanggau. Melalui kegiatan kemanusiaan yang dilakukan secara langsung dan terkoordinasi, Polres Sanggau terus menunjukkan komitmennya untuk hadir, membantu dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi yang berdampak terhadap kehidupan sehari-hari. 

Publis : Syarif HB 

Penertiban Sabung Ayam di Kembayan, Danramil Ancam Tindakan Tegas Jika Terulang


SANGGAU,  - faktadaerah.id Menindaklanjuti laporan dan keresahan masyarakat terkait aktivitas sabung ayam yang diduga menjadi ajang perjudian, Kapten inf Hendrikus Danramil 1204-04/Kembayan bersama empat orang Babinsa turun langsung melakukan penertiban di Desa Tanap, Dusun Ngoyok, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau.

Penertiban tersebut dilakukan bersama Kasi Trantib Kecamatan Kembayan, Nur Eko Widodo, beserta satu orang anggota. Kegiatan turut mendapat dukungan dari Ketua TBBR Ario serta perwakilan media, Libertus Ketua Aliansi Wartawan Independen ( AWI) Kabupaten Sanggau.

Kehadiran aparat di lokasi merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang menyebutkan aktivitas sabung ayam tersebut telah menimbulkan keresahan dan mengganggu ketertiban lingkungan setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Danramil 1204-04/Kembayan memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang mengarah pada perjudian, termasuk sabung ayam.

Danramil menegaskan bahwa praktik perjudian tidak hanya berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dapat memberikan dampak buruk terhadap kehidupan sosial, keharmonisan keluarga serta perkembangan generasi muda.

“Tidak boleh ada kegiatan judi, apalagi sabung ayam. Kegiatan seperti ini sangat tidak bermoral, dapat merusak generasi dan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan masyarakat,” tegas Danramil.

Ia meminta masyarakat agar menjadikan penertiban tersebut sebagai peringatan serius dan tidak kembali menggelar kegiatan serupa di wilayah tersebut.

“Hal ini tidak boleh terjadi lagi. Apabila imbauan ini tidak diindahkan, kami tidak akan segan-segan mengambil tindakan yang lebih tegas sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Menurutnya, upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Karena itu, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

Danramil juga mengajak seluruh warga Kecamatan Kembayan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif dengan menjauhi berbagai bentuk kegiatan yang melanggar hukum.

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan kegiatan yang melanggar hukum dan merugikan kepentingan umum. Jangan sampai perjudian merusak kehidupan, keharmonisan keluarga dan masa depan generasi bangsa,” ajaknya.

Ia berharap penertiban tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ketertiban serta mencegah munculnya kembali aktivitas perjudian di wilayah Kecamatan Kembayan.

Aparat bersama pemerintah kecamatan dan unsur masyarakat berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan serta mengambil langkah yang diperlukan apabila ditemukan kembali aktivitas serupa.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk respons terhadap keresahan warga dan upaya bersama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Kecamatan Kembayan.

03/09/2026

Dewan Pers Siapkan Rapat Bersama Konstituen Bahas HPN 2027, AMSI Dukung Usulan SMSI di Jakarta



JAKARTA —faktadaerah.id Dewan Pers hingga Rabu malam (2/9/2026) belum menetapkan lokasi maupun konstituen yang akan menjadi penanggung jawab dan pelaksana Hari Pers Nasional (HPN) 2027.

Kepastian tersebut disampaikan sejumlah unsur Dewan Pers setelah pada Rabu siang Dewan Pers mengadakan pertemuan dengan delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang memaparkan kesiapan menjadi pelaksana HPN 2027.

Penegasan serupa disampaikan anggota Dewan Pers Abdul Manan. Ia mengatakan Dewan Pers belum membuat keputusan akhir terkait HPN 2027.

Menurutnya, pertemuan tadi siang itu dimaksudkan untuk mendengarkan pandangan dari PWI soal aspirasi konstituen DP yang lain. Sebab, PWI tidak datang dalam pertemuan membahas soal HPN ini sebelumnya. Dari penjelasan tadi siang, PWI masih merasa bahwa organisasinya adalah lembaga yang berhak menjadi penanggungjawab dan penyelenggara karena HPN itu ada kaitan erat dengan sejarah organisasi ini. Namun dalam pelaksanaannya akan melibatkan konstituen DP lainnya.

"Menurut saya, pangkal soalnya 'kan di sini. Meski HPN itu memakai tanggal kelahiran PWI, tapi ini 'kan namanya HPN yang seharusnya merupakan hari yang dirayakan semua komunitas pers. Karena itu, pelaksanaannya mestinya dilakukan bersama-sama, tidak dimonopoli atau didominasi oleh satu organisasi wartawan. Dan karena ini acara bersama, yang lebih tepat menjadi penanggungjawab, ya seharusnya bukan organisasi wartawan, tapi lembaga yang punya otoritas lebih besar di bidang pers atau yang menaungi organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers, yaitu DP, " ujar Abdul Manan.

Ditambahkan Abdul Manan, disebutkan, tentu saja bisa dimengerti jika PWI soal HPN ini inginnya seperti status quo, yaitu seperti selama ini terjadi. Namun di sisi lain, konstituen menginginkan ada perubahan karena pelaksanaan HPN ini masih tidak sesuai harapan sebagian besar konstituen DP.

Selama ini agenda HPN lebih banyak diisi oleh agenda satu organisasi wartawan dan ini menimbulkan keengganan konstituen DP lainnya untuk terlibat memperingati HPN.

Memang tidak mudah mengubah praktik HPN yang sudah berlangsung puluhan tahun, namun ini tak bisa dibiarkan terus menerus. Sebab, itu akan mengurangi makna dari HPN. PWI masih menilai Kepres HPN itu seperti menjadi basis bagi organisasi insan pers itu, untuk menjadi penanggungjawab dan penyelenggara HPN. Padahal kalau kita lihat isinya, keppres itu hanya menetapkan 9 Februari sebagai hari pers nasional. Tapi kepres tidak memberi mandat kepada lembaga atau organisasi tertentu sebagai pelaksananya.

Melihat situasi seperti ini, salah satu anggota DP mengusulkan agar segera ada revisi keppres HPN ini.

"Saya setuju dengan ide itu. Revisi bisa dilakukan antara lain dengan mengubah tanggal HPN atau memperjelas ketentuan di dalamnya, misalnya soal lembaga yang menjadi penanggungjawab atau penyelenggara HPN. Ini merupakan salah satu alternatif yang bisa ditempuh jika tidak ada titik temu yg bisa diterima semua soal HPN ini. Sekali lagi saya sampaikan, pertemuan tadi siang itu adalah forum DP mendengarkan pendangan PWI. Selanjutnya DP akan bertemu dengan konstituen DP lainnya membahas soal ini, apakah misalnya akan mempertahankan praktik yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini, apakah akan membuat peringatan HPN sendiri secara terpisah dari yang dilakukan PWI, atau lainnya, " tambahnya.

Setelah pertemuan dengan konstituen selain PWI, barulah Dewan Pers akan membuat keputusan akhir soal ini melalui rapat pleno. Tentu sikap DP akan berusaha membuat putusan terbaik bagi komunitas pers, mempertimbangkan semua kepentingan konstituen DP yang memang punya aspirasi beragam soal pelaksanaan HPN.

"Putusan dari rapat pleno itulah yang akan menjadi pegangan DP, termasuk jika ditanya oleh pemerintah atau organisasi atau perusahaan yang ingin mendukung acara HPN ini, " tegas Abdul Manan.

Sementara itu, anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli juga menegaskan bahwa belum ada keputusan resmi mengenai lokasi maupun konstituen yang akan menjadi penanggung jawab panitia HPN 2027.

"Secara resmi Dewan Pers belum menetapkan lokasi maupun konstituen yang menjadi penanggung jawab panitia HPN," kata Jazuli.

Hal senada disampaikan anggota Dewan Pers, Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini Dewan Pers belum menetapkan organisasi yang akan menjadi pelaksana HPN 2027.

"Kemarin kami baru mengundang PWI membahas hal tersebut. Untuk mendiskusikan dengan PWI perihal HPN," ujar Niken.

Pernyataan Niken kembali menegaskan bahwa pertemuan Dewan Pers dengan PWI masih dalam tahap pembahasan dan belum menghasilkan keputusan mengenai penetapan pelaksana HPN 2027.

Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, mengatakan pertemuan dengan PWI belum menghasilkan keputusan mengenai lokasi maupun organisasi pelaksana HPN 2027.

"Belum, tadi hanya pertemuan untuk mendengarkan paparan PWI. Habis ini bicara dengan seluruh konstituen," jelas Totok saat dikonfirmasi wartawan Rabu malam.

AMSI: Belum Ada Rapat Bersama Konstituen

Keterangan dari unsur Dewan Pers tersebut diperkuat oleh Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, yang akrab disapa Bli Komang.

Dalam obrolannya dengan Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus, Bli Komang menyatakan bahwa Dewan Pers dan para konstituen belum kembali menggelar rapat bersama untuk menetapkan lokasi maupun pelaksana HPN 2027.

"Belum ada rapat lagi bang. Sebaiknya kawan-kawan PWI bersabar menunggu rapat tersebut," ujar Bli Komang.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proses penentuan lokasi dan pelaksana HPN 2027 masih terbuka dan belum diputuskan melalui forum bersama seluruh konstituen Dewan Pers.

SMSI Usulkan Jakarta, AMSI Siap Mendukung

Di tengah belum adanya keputusan tersebut, Pengurus SMSI Pusat menggelar rapat pleno di kantor pusat SMSI, Jakarta, Rabu malam (2/9/2026).

Dalam rapat pleno tersebut, SMSI membahas perkembangan HPN 2027 dan mengusulkan kepada Dewan Pers agar HPN 2027 dilaksanakan di Jakarta.

Untuk menangkal Hoax yang berkembang, makali kumar sebagai Sekretaris Jenderal SMSI menyampaikan, untuk seluruh elemen bersabar menunggu keputusan Dewan Pers.

"Sebagai sekretaris Jenderal SMSI saya mengajak seluruh fungsionaris SMSI pusat dan daerah setanah air untuk menghindari penyebaran Hoax, dan menahan diri menunggu keputusan Dewan Pers"

Ketika ditanyakan kepada Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) apakah usulan SMSI untuk menyelenggarakan HPN 2027 di Jakarta masih memungkinkan, mengingat belum adanya keputusan resmi Dewan Pers, Wahyu Dhyatmika yang akrab disapa Bli Komang memberikan dukungan.

"AMSI siap dukung SMSI," ujarnya.

Sikap tersebut menunjukkan adanya ruang bagi seluruh konstituen untuk menyampaikan usulan sebelum Dewan Pers mengambil keputusan akhir mengenai lokasi dan pelaksana HPN 2027.

Dengan demikian, hingga Rabu malam (2/9/2026), belum terdapat keputusan resmi Dewan Pers mengenai lokasi HPN 2027 maupun konstituen yang ditetapkan sebagai penanggung jawab dan pelaksana kegiatan.

Selanjutnya, Dewan Pers akan mempertemukan dan meminta pandangan seluruh konstituen untuk membahas HPN 2027. Forum tersebut menjadi penting untuk memastikan keputusan mengenai lokasi dan pelaksana HPN 2027 dilakukan melalui proses yang terbuka dan melibatkan seluruh konstituen Dewan Pers.

Sementara itu, usulan SMSI agar HPN 2027 dilaksanakan di Jakarta mendapat respons positif dari AMSI yang menyatakan kesiapan untuk mendukung usulan tersebut. (*)

Publis : Syarif HB